
Tugger train adalah solusi transportasi internal (intralogistik) yang semakin populer di industri manufaktur, logistik, dan pergudangan. Sistem ini menggabungkan satu towing truck yang menarik beberapa trailer, sehingga mampu mengangkut berbagai jenis material dalam satu perjalanan secara lebih Efisien. Ingin memahami apa itu tugger train, bagaimana cara kerjanya, serta jenis-jenis komponennya? Ini penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Tugger Train?
Tugger train adalah sistem transportasi material di level lantai (ground-level material transport) yang terdiri dari:
• Towing truck (kendaraan penarik)
• Beberapa trailer / frame
• Trolley / carrier sebagai tempat menaruh barang
Satu keunggulan besar tugger train adalah kemampuannya mengirim berbagai jenis material ke beberapa titik berbeda hanya dalam satu rute. Artinya, jauh lebih efisien dibanding forklift yang harus melakukan perjalanan bolak-balik per pallet.
Keunggulan Tugger Train
Tugger train digunakan karena menawarkan:
• Efisiensi tinggi – satu perjalanan bisa mengangkut banyak material sekaligus
• Hemat energi dan biaya operasional
• Aman digunakan di area produksi dan logistik
• Cocok untuk proses just-in-time (JIT) dan just-in-sequence (JIS)
• Mudah diintegrasikan dengan konsep otomasi
Tugger train banyak dipakai di Bandara, Warehouse, Pabrik otomotif, Logistik, Produksi makanan/minuman
Komponen Utama Tugger Train
Tugger train terdiri dari tiga komponen inti:
- Towing Truck (Kendaraan Penarik). Bisa berupa: Tow tractor standar, Electric tow tractor, Versi otomatis (AGV/AMR towing). Cara memilih towing truck yang tepat: Jarak jauh → gunakan towing truck dengan kursi pengemudi, Banyak stop/start → model standing lebih efisien, Area outdoor → butuh kabin tertutup & speed limit off
- Trailers / Frames, Trailer menentukan bagaimana material dibawa. Ada beberapa tipe frame: E-Frame, Loading hanya satu sisi, Material beragam, Cocok untuk rute kompleks, Maintenance rendah, Butuh trolley. Contoh STILL LiftRunner menggunakan E-Frame mandiri (self-powered): C-Frame (Bisa menahan beban berat, Satu sisi loading, Banyak opsi kustomisasi, B-Frame (Loading dua sisi, Fleksibel untuk dynamic routing, Butuh trolley), H-Frame (Bisa loading dua sisi, Untuk barang yang ukuran seragam, Rute lebih sederhana), U-Frame (Loading dua sisi, Bisa untuk barang seragam atau beragam, Rute lebih terbatas)
- Trolleys (Carrier / Floor Rollers). Trolley adalah tempat barang diletakkan. Jenisnya beragam: Untuk small load carrier (SLC), Untuk pallet, Untuk big boxes, Model miring (tilting), Custom sesuai barang. Trolley dapat dipadukan dengan E, C, H, U, atau B-Frame sesuai kebutuhan.
Cara Kerja Tugger Train
Tugger train bekerja berdasarkan rute yang sudah ditentukan:
- Static Route (Rute Statis). Seperti: bus rute tidak berubah, Loading & unloading di sisi yang sama, dan Cocok untuk proses JIT rutin
- Dynamic Route (Rute Dinamis). Seperti: Fleksibel, Bisa loading/unloading di kedua sisi, Cocok untuk material yang jenisnya berubah-ubah, Perbandingan Konsep Tugger Train
Sistem tugger train ada tiga konsep utama:
- Trailer Concept: Barang langsung diletakkan di trailer, Murah di awal tapi proses lambat, dan Tidak cocok untuk integrasi digital otomatis
- Taxi Concept: Trolley di-taxi melalui ramp ke trailer, Cepat dan ergonomis
- Push Concept: Trolley didorong masuk ke frame, Paling fleksibel, Ideal untuk digitalisasi & otomasi, Cocok untuk industri modern
Tugger Train dari STILL
STILL menawarkan sistem tugger train lengkap dengan kombinasi:
• Towing truck (manual / automated)
• Frame (E, C, B, H, U)
• Trolley custom
• Sistem LiftRunner yang sudah terkenal 10+ tahun
• STILL LiftRunner dikenal sebagai standar emas tugger train di industri dunia.
Tugger train adalah solusi intralogistik efisien untuk mengangkut material secara aman, cepat, dan hemat biaya. Dengan kombinasi towing truck, trailer, dan trolley yang tepat, perusahaan bisa meningkatkan: Efisiensi produksi, Aliran material, Keselamatan kerja, Kesiapan menuju otomasi industri
